MINAHASA MAPALUS BERSAMA SELURUH MASYARAKAT MEMBANGUN BANGSA INDONESIA
Apresiasi yang besar patut kita sampaikan kepada Bapak Willy H. Rawung (selanjutnya saya tulis WHR) yang untuk memperingati Hari Ulang Tahunnya yang ke 80 pada 21 Juni 2026.
WHR mengangkat kembali 55 Tulisan yang ditulis dan dipublikasikan dari tahun 1987-2026. Judul dan tema Tulisan mulai dari Setia Hingga Terakhir Dalam Keyakinan, sampai Permesta Bukan Pemberontak. Isi Tulisannya antara lain meliputi; peran generasi muda dalam kehidupan bangsa, proses dan perkembangan demokrasi di masa Orde Baru, Reformasi, dan Mewujudkan Indonesia Emas, Peran dan Partisipasi Minahasa dalam pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Saya mengenal WHR sudah sejak tahun 1963-1968, ketika sama-sama masih siswa SMA dan aktif sebagai pimpinan organisasi siswa; WHR sebagai Pimpinan GSKI, saya sebagai Pimpinan GSNI mulai dari Manado, Sulawesi Utara, sampai Pimpinan Pusat.
Pada tahun 1968-1988, WHR sebagai Pimpinan GMKI, IPMMD (Ikatan Pelajar Mahasiswa Minahasa di Djakarta), KNPI, saya sebagai Pimpinan GMNI, IPMMD, KNPI dan AMPI tingkat Pusat. Selanjutnya sampai saat ini disamping aktif di organisasi nasional/politik, kami berdua aktif di organisasi kekeluargaan Minahasa antara lain Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK).
Selama pengenalan saya dengan WHR yang sudah berlangsung 63 tahun, termasuk pada masa remaja di Manado kami tinggal dalam satu kampung; Mahakeret, WHR adalah seorang aktivis tulen yang yang senang bergaul dengan siapa saja, berteman tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama, pekerjaan.
Bekal inilah yang menurut perkiraan saya yang mengantarkan WHR sebagai Penulis handal sejak usia muda, satu kelebihan yang jarang ditemukan pada sesama teman generasinya, termasuk saya.
Mengamati 55 Judul Tulisan WHR, dapat ditarik benang merah tema dan pesan yang disampaikan, yaitu; pertama, generasi muda harus terus belajar meningkatkan kemampuannya dan melalui lapangan pengabdiannya masing-masing berjuang membangun masyarakat, bangsa dan negara.
Kedua; Perjalan kehidupan politik termasuk demokrasi dan pembangunan ekonomi termasuk pembangunan daerah mengalami pasang surut, tetapi pemerintah dan seluruh potensi nasional termasuk partai politik, organisasi masyarakat, akademisi, dan pengusaha tingkat daerah sampai tingkat nasional, harus pantang surut dalam memperbaiki sistem, prasarana, sarana kehidupan politik dan pembangunan ekonomi serta mendorong partisipasi rakyat untuk meningkatkan kesejahteran rakyat dan kemajuan bangsa.
Ketiga; Masyarakat Minahasa harus mengerahkan seluruh potensinya untuk terus ber Mapalus bersama seluruh potensi bangsa dalam membangun bangsa dan negara dalam perumahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai putra Indonesia asal Minahasa, dalam Tulisan2nya WHR menggarisbawahi bahwa peran dan kewajiban masyarakat Minahasa sama dengan masyarakat suku bangsa lain dalam membangun bangsa dan negara Indonesia,
Minahasa jangan merasa kecil hati apalagi rendah diri karena sejarah mencatat pergolakan Permesta pada tahun 1957-1960, karena apa yang dilakukan oleh para tokoh Minahasa pada waktu itu dengan tema Perjuangan Rakyat Semesta adalah tuntutan keadilan ekonomi dan pembangunan daerah yang merata, yang kemudian telah terwujud dalam sistem otonomi daerah yang perlu terus diisi dan direalisasikan programnya.
Permesta yang mengakibatkan pergolakan daerah, bukan pemberontak, tapi satu gerakan tuntutan keadilan dan pemerataan pembangunan ekonomi yang sampai sekarang masih terus menjadi tema yang perlu terus diperjuangkan dan direalisasikan.
Selamat HUT ke 80; Willy Hendrik Rawung. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati.
Jakarta, 09 Juni 2026
Dr. Drs. THEO L. SAMBUAGA, MIPP.
Anggota DPR RI dan Menteri Tenaga Kerja Kabinet Pembangunan VII (1998) dan Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Permukiman Indonesia pada Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999)